Powered By Blogger

Jumat, 27 Mei 2011

Someday - Nina Sky

Someday you'll gonna realize
One day you'll see this through my eyes
But then i won't even be there
I'll be happy somewhere
Even if i can't

I know
You don't really see my worth
You think you're the last guy on earth
Well i've got news for you
I know i'm not that strong
But it won't take long
Won't take long

# Coz someday someone's gonna love me
The way i wanted you to need me
Someday, someone's gonna take your place
One day i'll forget about you
You'll see, i won't even miss you
Someday, Someday

But now
I know you can't tell
I'm down and i'm not do anyway
But one day, these tears
They will are run dry
I won't have to cry
Sweet Goodbye

# Coz someday someone's gonna love me
The way i wanted you to need me
Someday, someone's gonna take your place
One day i'll forget about you
You'll see, i won't even miss you
Someday, Someday

aku...hanya merindukan ibu

Akhirnhya, senja ini setelah solat magrib, kuakhiri dengan tangis tertahan, aku tak ingin menjadi orang yang lemah lagi, aku harus tetap kuat, ini pilihan ku, ini jalan ku, ini jalan yang Allah tentukan.

Teringat sejak tadi siang, sudah lama aku tak mendengarkan suara ibuku ahh…betapa aku rindunya, mendengarnya bertanya “apa kabarmu nak ?”,sangat menyejukkan hati. Atau mendengarnya tertawa ketika menyimak ku bercerita, sungguh bu… aku terlalu merindukanmu.

Sejak kemarin, aku mencoba meneleponmu berkali-kali, tapi tak sekalipun yang ibu angkat, benar kata sahabatku, mungkin ibu sedang sibuk merawat adik-adik, ayah, juga rumah baru itu. Namun entah mengapa aku tak sepenuhnya mengerti, aku selalu mengelak aku merindukanmu, karena itu akan membuat air mataku mengalir mengingatmu bu… aku disini sendiri, jadi aku mencoba mencari temanku, apa salah aku ingin bercerita pada ibu sebentar saja ?, mungkin hanya sekedar bercerita tentang hal yang mungkin menurut ibu tak penting. Tahukah ibu ? bahwa aku pernah jatuh di lapangan basket hingga lututku berdarah ? tahukah ibu ketika tanganku terjepit pintu mobil hingga warna biru darahnya tak hilang samapi sekarang ? atau tahukan ibu saat aku kebingungan mencari makanan? tahukah ibu aku hujan-hujanan ketika pulang les? ,tahukah ibu saat aku merasa sendiri dan ibu juga tak menelepon ku ? tahukah bu, aku hampir saja berfikir ibu melupakanku ? tahukah ibu aku selalu menutup wajahku ketika mengingat ibu ?, tahukah engkau bu ?... aku sangat merindukan mu.
Entah kenapa, ketika ibu mengirimkan sms bertanya sedang apakah aku ini, aku malah menangis dan mematikan hp ku, lalu aku menulis ini bu, masih dengan mukena lengkap dan air mata yang terus mengalir. Tahukah ibu ? aku sangat merindukan ibu, tapi terlalu takut untuk bicara padamu.

Memang sudah lama kita tak bicara ya bu ?,terakhir yang kuingat ibu menelponku saat aku di rumah nenek. mungkin ibu lebih senang menelpon nenek karena dia ibumu, kuakui itu wajar, bukankah itu tak ada bedanya denganku bu ?, setiap bertelpon atau sms denganku ibu pasti selalu mengakhirinya dengan berdalih mau menelpon nenek, tak masalah bu, tak masalah. Toh mungkin memang pada nenek aku dititipkan.

Ibu, doa ku tak pernah berhenti untuk ibu, bagaimanapun ibu adalah orang yang selalu tulus padaku, meskipun terkadang “lupa” sedikit padaku. Masih jelas ku ingat pesan ibu ketika mengantarku ke kosan ini aku harus rajin solat dan belajar, menjadi anak yang tak sekedar cerdas, namaun saleh, itu kan bu ?, aku akan selalu berusaha, demi ibu juga ayah.

Sudah tak ada lagi yang ingin ku tulis, ini saja bu ungkapan dari hatiku, maaf bu aku mematikan hp ku, maaf bu bila aku bukan anak yang baik.
Sebentar lagi bu, aku akan menempuh ujian sekolah, doakan ya bu…

Bandung,
Selasa, 25 Mei 2011